Surah Al-Furqan [25: 21-52]
Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan [nya] dengan Kami: "Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau [mengapa] kita [tidak] melihat Tuhan kita?" Sesungguhnya mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas [dalam melakukan] kezaliman. (21) Pada hari mereka melihat malaikat [1] di hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata: "Hijraan mahjuuraa". [2] (22) Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan [3], lalu Kami jadikan amal itu [bagaikan] debu yang berterbangan. (23) Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya. (24) Dan [ingatlah] hari [ketika] langit pecah belah mengeluarkan kabut putih dan diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang. (25) Kerajaan yang hak [4] pada hari itu adalah kepunyaan Tuhan Yang Maha Pemurah. Dan adalah [ hari itu], satu hari yang penuh kesukaran bagi orang-orang kafir. (26) Dan [ingatlah] hari [ketika itu] orang yang zalim menggigit dua tangannya [5], seraya berkata: "Aduhai kiranya [dulu] aku mengambil jalan bersama-sama Rasul." (27) Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku [dulu] tidak menjadikan si fulan [6] itu teman akrab [ku]. (28) Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an ketika Al Qur’an itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia. (29) Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan". (30) Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong. (31) Berkatalah orang-orang yang kafir: "Mengapa Al Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; demikianlah [7] supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil [teratur dan benar]. (32) Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu [membawa] sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya [1] (33) Orang-orang yang dihimpunkan ke neraka Jahannam dengan diseret atas muka-muka mereka, mereka itulah orang yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya. (34) Dan sesungguhnya Kami telah memberikan Al Kitab [Taurat] kepada Musa dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya, menyertai dia sebagai wazir [pembantu]. (35) Kemudian Kami berfirman kepada keduanya: "Pergilah kamu berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami". Maka Kami membinasakan mereka sehancur-hancurnya. (36) Dan [telah Kami binasakan] kaum Nuh tatkala mereka mendustakan rasul-rasul. Kami tenggelamkan mereka dan Kami jadikan [cerita] mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan Kami telah menyediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih; (37) dan [Kami binasakan] kaum ’Aad dan Tsamud dan penduduk Rass [2] dan banyak [lagi] generasi-generasi di antara kaum-kaum tersebut. (38) Dan Kami jadikan bagi masing-masing mereka perumpamaan dan masing-masing mereka itu benar-benar telah Kami binasakan dengan sehancur-hancurnya. (39) Dan sesungguhnya mereka [kaum musyrik Mekah] telah melalui sebuah negeri [Sadum] yang [dulu] dihujani dengan hujan yang sejelek-jeleknya [hujan batu]. Maka apakah mereka tidak menyaksikan runtuhan itu; bahkan adalah mereka itu tidak mengharapkan akan kebangkitan. (40) Dan apabila mereka melihat kamu [Muhammad], mereka hanyalah menjadikan kamu sebagai ejekan [dengan mengatakan]: "Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai Rasul? (41) Sesungguhnya hampirlah ia menyesatkan kita dari sembahan-sembahan kita, seandainya kita tidak sabar [menyembah] nya" Dan mereka kelak akan mengetahui di saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya. (42) Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? (43) atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya [dari binatang ternak itu]. (44) Apakah kamu tidak memperhatikan [penciptaan] Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan [dan memendekkan] bayang-bayang; dan kalau dia menghendaki niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu, (45) kemudian Kami menarik bayang-bayang itu kepada Kami [1], dengan tarikan yang perlahan-lahan. (46) Dialah yang menjadikan untukmu malam [sebagai] pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha. (47) Dialah yang meniupkan angin [sebagai] pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmatnya [hujan]; dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih, (48) agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri [tanah] yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak. (49) Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran [daripadanya]; maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari [ni’mat]. (50) Dan andai kata Kami menghendaki, benar-benarlah Kami utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi peringatan [rasul]. (51) Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Qur’an dengan jihad yang besar. (52)
0 komentar:
Post a Comment